Ismail Marzuki dan Intel Cantik Belanda
Aiko Kurasawa
20 Mei 2019 · 4 mnt baca
Pada 25 Mei 1958, tepat jatuh hari Sabtu pukul 14.00, Ismail Marzuki seorang pejuang dan komponis besar, sosok yang disebut “Beethovennya Indonesia” wafat di Kampung Bali, dan dimakamkan di Karet Bivak, Tanah Abang. Perjuangannya di masa revolusi fisik bukan dengan senjata, melainkan lewat syair dan lagu. Keberaniannya dalam menulis syair lagu pembakar semangat para pejuang menjadi momok yang mena...
Konten Berbayar
Anda baru membaca paragraf pembuka. Berlangganan atau beli artikel ini untuk membaca lengkap.
Masuk untuk berlangganan