Pram dan Asal-Usul Neofeodalisme di Jakarta
Syafiatudina
12 Maret 2019 · 6 mnt baca
Inilah pertama kalinya Pramoedya menggambarkan priyayi sebagai warga berengsek di masyarakat. Selanjutnya, dengan melakukan hal itu dia mengedepankan kenyataan bahwa gaya hidup priyayi hanya dapat dipertahankan dengan mengeksploitasi orang-orang yang kurang beruntung. Pada Desember 1955 ketika “Machluk Dibelakang Rumah” (MDR) yang dibukukan dalam Tjerita dari Djakarta ditulis, Pramoedya mampu meng...
Konten Berbayar
Anda baru membaca paragraf pembuka. Berlangganan atau beli artikel ini untuk membaca lengkap.
Masuk untuk berlangganan