Kirim ke seluruh dunia 🌍

· terjual · 4 ulasan

Selama era Orde Baru keterlibatan kelompok Etnis Cina Indonesia (ECI) dalam politik dibatasi. Namun sejak awal era Reformasi 1998, kelompok ECI bebas untuk terlibat dalam politik sebagai pengurus parp…

Kategori
SKU
Stok
Habis
Pengiriman
JNE / J&T / DHL
  • Toko Buku Kobam Depok Pusat habis

Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.

Buku ini sedang kosong. Ajukan permintaan cetak ulang — tim produksi akan meninjau kebutuhan Anda. Masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk mengajukan.

Bagikan

Deskripsi & Spesifikasi

Selama era Orde Baru keterlibatan kelompok Etnis Cina Indonesia (ECI) dalam politik dibatasi. Namun sejak awal era Reformasi 1998, kelompok ECI bebas untuk terlibat dalam politik sebagai pengurus parpol, anggota legislatif, dan kepala daerah. Ternyata mereka langsung  berhasil siginifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebab, dampak, dan respons kelompok etnis Melayu dan etnis Dayak serta pejabat Pemda atas keterlibatan kelompok ECI dalam politik di era Reformasi. Kerangka teoretis yang digunakan terdiri dari teori utama yakni teori kekuasaan dari Charles Andrain dan Max Weber, teori integrasi dari Weiner dan Burhan Magenda, serta teori kelompok etnis dari Eriksen. Teori-teori  tersebut turut didukung oleh teori konflik dari Maswadi Rauf dan Lipset. Ada sejumlah temuan menarik. Pertama, perubahan sistem politik era Orba ke era Reformasi menjadi faktor penyebab utama keterlibatan ECI dalam politik. Kedua, membawa dampak signifikan atas perubahan politik internal ECI dari  titik nol kekuasaan di era Orba, mencapai puncak kekuasaan politik di era Reformasi.  Akibatnya etnis Melayu dan etnis Dayak terganggu kemapanan politiknya. Ketiga, respons beragam dari etnis Melayu, etnis Dayak, dan pejabat pemerintah daerah setempat  yakni sebagai pulihnya hak politik ECI; dulu menguasai ekonomi sekarang menguasai politik juga; hati-hati terhadap ECI; menolak; mendukung; moderat; waspada atas keterlibatan ECI dalam politik. Implikasi teoretis menunjukkan bahwa lima sumber kekuasaan dari Andrain yakni fisik, ekonomi, normatif, personal, dan ahli, Weber prestise kekuasaan  dapat menjelaskan fenomena keterlibatan ECI dalam politik. Teori kelompok etnis dari Eriksen tentang common of cultural, linguistic, religious, and behavioural, dan teori konflik dari Maswadi Rauf, “konflik lisan” dan “konflik fisik” serta Lipset konflik dan stabilitas demokrasi dapat turut menjelaskan konflik antaretnis Melayu, Dayak, dan ECI. Teori integrasi dari Weiner “mengacu pada proses menjadi unit teritorial tunggal membentuk identitas nasional” dan Burhan Magenda tentang proses “nation building”, “state building”, dan “national character building”, dapat menjelaskan integrasi antara kelompok etnis Melayu, etnis Dayak, dan ECI.

Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.

Spesifikasi buku

Berat
500 gr

Ulasan pembaca

4,8

/ 5

4 ulasan terverifikasi

5 ★
3
4 ★
1
3 ★
0
2 ★
0
1 ★
0
Masuk untuk menulis ulasan buku yang sudah Anda beli.
A

Andi Pratama

7 Jul 2026

Barang original, pengiriman cepat.

A

Andi Pratama

7 Jul 2026

Recommended, sesuai deskripsi.

A

Andi Pratama

7 Jul 2026

Bagus, worth it dengan harganya.

A

Andi Pratama

7 Jul 2026

Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.

Produk lain yang Anda mungkin suka

Bambu AI

Online · 24/7

Halo! Saya Bambu AI 🌱
Mau cari buku, merchandise, atau kerajinan bambu? Saya bantu rekomendasi sesuai minat Anda.

Scroll atau dobel-klik untuk zoom

Konfirmasi hapus