Andi Pratama
7 Jul 2026Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.
Gratis ongkir se-Indonesia untuk pembelian di atas Rp 250.000 · Kirim ke seluruh dunia 🌍
Semua kategori (11)
Lihat semua produk →Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pence
Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.
Buku ini sedang kosong. Ajukan permintaan cetak ulang — tim produksi akan meninjau kebutuhan Anda. Masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk mengajukan.
Korupsi menjadi isu abadi, isu yang selalu menghantui Tanah Air. Bahkan, sejak zaman Diponegoro (1785-1855)! Masalah korupsi juga menjadi pemicu utama Perang Jawa (1825-1830) meskipun tak pernah sekalipun dibahas dalam buku-buku sejarah di sekolah. Selama hampir 200 tahun sejak Diponegoro menampar patih di hadapan para kerabat sultan di Keraton Yogya, isu korupsi dan cara menghadapinya tidak banyak mengalami perubahan. Arus uang yang melimpah oleh kedatangan penyewa tanah dari Eropa setelah Agustus 1816 di Pulau Jawa—berbarengan dengan berakhirnya kekuasaan Raffles (1811-1816) dan Hindia Timur dikembalikan kepada Belanda—membuka jalan bagi para pejabat pribumi bertindak korup. Cara-cara yang dilakukan Danureja IV di Yogya untuk cepat memperkaya diri adalah contohnya. Tidak selesai sampai di situ. Korupsi terjadi saat Indonesia tumbuh menjadi bangsa, mengalami jatuh bangun, dan masih ada sampai sekarang. Sungguh riwayat yang suram. Buku ini membawa kita menilik kembali kompleksitas korupsi dengan mengurai budaya korupsi di Indonesia dari zaman Daendles (1808-1811) sampai masa Reformasi.Terlebih menarik, buku ini juga memberi perbandingan sejarah aktivitas korupsi dan cara pencegahannya di negeri-negeri Eropa, terutama Inggris selama abad ke-18 ‘yang panjang’ (1660-1830). Melalui buku ini, sejarawan Peter Carey bersama mantan wartawan Suhardiyoto Haryadi membuktikan betapa seriusnya persoalan korupsi mengancam nasib hidup bangsa dan negara. Sebab korupsi di berbagai negara mengakibatkan hal yang sama. Semuanya sama-sama meruntuhkan sendi-sendi bangsa.
Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.
4,8
/ 5
4 ulasan terverifikasi
Andi Pratama
7 Jul 2026Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.
Andi Pratama
7 Jul 2026Puas banget, bakal beli lagi.
Andi Pratama
7 Jul 2026Barang original, pengiriman cepat.
Andi Pratama
7 Jul 2026Recommended, sesuai deskripsi.
Produk asli komunitas, hasil karya pengrajin terverifikasi. Garansi penukaran 7 hari setelah barang diterima.
Lacak Pesanan
Masukkan nomor pesanan untuk melihat status pengiriman.
Tip: gunakan nomor pesanan dari email konfirmasi atau menu "Pesanan saya".
Masuk dulu untuk melacak
Status pengiriman dan nomor resi ada di halaman pesanan pada akun Anda.
MasukPesanan tidak ditemukan
Nomor ini tidak ada di akun Anda. Periksa kembali nomornya di menu Pesanan saya, atau hubungi CS kami.
Hubungi CSKeranjang
Keranjang Anda kosong
Yuk, mulai belanja produk komunitas.
akan dikeluarkan dari keranjang.
Bambu AI
Online · 24/7
Scroll atau dobel-klik untuk zoom