Andi Pratama
7 Jul 2026Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.
Gratis ongkir se-Indonesia untuk pembelian di atas Rp 250.000 · Kirim ke seluruh dunia 🌍
Semua kategori (11)
Lihat semua produk →Inilah kajian dari sejarawan sohor Onghokham yang menyoroti bagaimana sikap rasial anti-Cina dibentuk dan dilestarikan sejak masa kolonial sampai Orde Baru.
Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.
Buku ini sedang kosong. Ajukan permintaan cetak ulang — tim produksi akan meninjau kebutuhan Anda. Masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk mengajukan.
Buku ini menguak bagaimana dalam sejarah sikap anti Cina dibentuk oleh kekuasaan kolonial, bagaimana orang Cina dikreasikan menjadi binatang ekonomi dan semua itu dihidup lestarikan oleh Orde Baru Suharto sebagai sarana memeras dan pengkambing hitaman. Buku ini membuktikan bahwa kedekatan dengan penguasa, modal besar atau kuatnya jaringan dagang terbukti tak mampu membendung gerakan anti Cina di Indonesia. Onghokham mampu memberi kita bahan untuk berefleksi dan mengambil inspirasi bahwa kita seharusnya tak berhenti menancapkan pilar perlawanan terhadap sistem kekuasaan yang korup, kemiskinan dan rasialisme. – Ester Indahyani Jusuf, Ketua Pengurus Solidaritas Nusa Bangsa (SNB) Onghokham seperti "Time Tunnel". la menghadirkan masa lalu langsung ke hadapan kita dan beruntunglah bangsa Indonesia, terutama para "cokin" sebab ia dengan berbagai tulisannya-sebagaimana terkumpul dalam buku ini-dapat dengan mudah berefleksi seraya memahami identitasnya dan kemana mesti menuju. – Ivan Wibowo, Pendiri Jaringan Tionghoa Muda (JTM) Pengalaman Onghokham sebagai asisten penelitian Bill Skinner, sarjana terkemuka studi Cina di Asia Tenggara, pada akhir 1950-an, serta pergulatan intelektualnya sebagai peranakan Cina banyak berperan membentuk pandangannya tentang kedudukan orang Cina di Indonesia. Latarbelakang itulah yang membuat buku Onghokham ini mampu secara tajam menjelaskan pelbagai masalah, seperti sentimen anti Cina, gerakan sosial orang Cina serta peran ekonomi mereka sejak zaman Hindia Belanda hingga pasca Orde Baru. – Benny Subianto, Peneliti
Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.
4,7
/ 5
6 ulasan terverifikasi
Andi Pratama
7 Jul 2026Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.
Produk asli komunitas, hasil karya pengrajin terverifikasi. Garansi penukaran 7 hari setelah barang diterima.
Lacak Pesanan
Masukkan nomor pesanan untuk melihat status pengiriman.
Tip: gunakan nomor pesanan dari email konfirmasi atau menu "Pesanan saya".
Masuk dulu untuk melacak
Status pengiriman dan nomor resi ada di halaman pesanan pada akun Anda.
MasukPesanan tidak ditemukan
Nomor ini tidak ada di akun Anda. Periksa kembali nomornya di menu Pesanan saya, atau hubungi CS kami.
Hubungi CSKeranjang
Keranjang Anda kosong
Yuk, mulai belanja produk komunitas.
akan dikeluarkan dari keranjang.
Bambu AI
Online · 24/7
Scroll atau dobel-klik untuk zoom