Julie Southwood, Patrick Flanagan
Buku ini terbit pada 1983, saat puncak kekuasaan Orde Baru Soeharto dan teror merajalela. Kritik dan perlawanan terhadap kekuasaan dibungkam.
- Kategori
- SKU
- Stok
- Tersedia di 1 toko
- Pengiriman
- JNE / J&T / DHL
- Toko Buku Kobam Depok Pusat 65 pcs
Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.
Deskripsi & Spesifikasi
Buku ini terbit pada 1983, saat puncak kekuasaan Orde Baru Soeharto dan teror merajalela. Kritik dan perlawanan terhadap kekuasaan dibungkam. Oposisi dicap komunis, separatis, anarkis, teroris, melawan hukum dan membahayakan negara. Mereka diburu aparat keamanan. Sebab itu pemenjaraan dan pembunuhan meluas.
Orde Baru Soeharto langsung melarang buku ini. Namun, beredar di antara aktivis intelektual sebagai referensi rinci praktik teror yang ditutupi dengan propaganda penegakkan hukum untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. Hukum ada tetapi justru semua teror itu ditopang hukum. Ironinya model kekuasaan Orde Baru Soeharto itu masih terwariskan hingga saat ini.
"Orde Baru Soeharto ditelanjangi sehingga jelas inti kejahatannya sebagai rezim dengan kekuasaan luas tak terbatas,"
—W.F. Wertheim
"Buku paling bagus tentang kemunculan Orde Baru Soeharto dan instrumen-instrumen kekuasaan teror yang digunakan,"
—Usman Hamid
"Penjelasan terbaik untuk memahami warisan Orde Baru Soeharto, yaitu penjajahan pikiran kita untuk menormalisasi kekuasaan yang abnormal,"
—JJ Rizal
Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.
Spesifikasi buku
- Penulis
- Julie Southwood, Patrick Flanagan
- Pengantar
- Usman Hamid
- Penerbit
- Komunitas Bambu
- Bahasa
- Indonesia
- Ukuran
- 15,5 × 24 cm
- Kertas Isi
- Book paper 55 gr
- Cetak Isi
- Hitam putih
- Sampul
- Soft cover
- ISBN
- 978-623-7357-06-3
- Halaman
- 436
- Berat
- 500 gr
- Cetakan
- Ke-2, 2026
Ulasan pembaca
0,0
/ 5
0 ulasan terverifikasi
Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama.