Buku ini menceritakan kisah dua ilmuwan asal Belanda yang berkiprah dalam penelitian penyakit tropis. Keduanya, Gerrit Grijns dan Cristiaan Eijkman, kemudian dikenal sebagai penemu Vitamin B1 yang men…
- Kategori
- SKU
- Stok
- Habis
- Pengiriman
- JNE / J&T / DHL
- Toko Buku Kobam Depok Pusat habis
Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.
Buku ini sedang kosong. Ajukan permintaan cetak ulang — tim produksi akan meninjau kebutuhan Anda. Masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk mengajukan.
Deskripsi & Spesifikasi
Buku ini menceritakan kisah dua ilmuwan asal Belanda yang berkiprah dalam penelitian penyakit tropis. Keduanya, Gerrit Grijns dan Cristiaan Eijkman, kemudian dikenal sebagai penemu Vitamin B1 yang menjadi obat bagi penyakit beri-beri di Indonesia. Penemuan revolusioner ini kelak membawa mereka sebagai ilmuwan pelopor di bidang nutrisi dan pangan. Namun, mengapa hanya satu yang mendapat pengakuan, bahkan Penghargaan Nobel pada 1929 bidang kedokteran?
Rob van den Berg menyoroti bahwa Gerrit Grijns-lah yang pertama kali mencetuskan penyebab beri-beri akibat kekurangan vitamin. Temuan ini terus disangkal oleh Eijkman selama hampir 30 tahun. Tetapi justru Eijkman yang mendapat Penghargaan Nobel sebagai penemu Vitamin B1 dan bukan Grijns. Bahkan di negeri asalnya sendiri, Grijns tidak begitu dikenal sebagai ilmuwan dengan penemuan yang revolusioner. Sebuah buku yang bukan saja kaya akan data sejarah sains, tetapi juga ditulis dengan gaya populer tanpa menghilangkan esensi pembahasannya.
Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.
Spesifikasi buku
- Penerbit
- Komunitas Bambu
- Bahasa
- Indonesia
- Ukuran
- 14 × 21 cm
- Kertas Isi
- Book paper 55 gr
- Cetak Isi
- Hitam putih
- Sampul
- Soft cover
- Halaman
- 354
- Berat
- 500 gr
Ulasan pembaca
0,0
/ 5
0 ulasan terverifikasi
Belum ada ulasan untuk buku ini. Jadilah yang pertama.