Andi Pratama
7 Jul 2026Barang original, pengiriman cepat.
Gratis ongkir se-Indonesia untuk pembelian di atas Rp 250.000 · Kirim ke seluruh dunia 🌍
Semua kategori (81)
Lihat semua produk →Wallace membagi pengalaman, petualangan dan ilmu pengetahuannya dalam The Malay Archipelago, atau Kepulauan Nusantara.
Toko asal pengiriman dipilih saat checkout — ongkir dihitung dari kota toko yang kamu pilih.
Buku ini sedang kosong. Ajukan permintaan cetak ulang — tim produksi akan meninjau kebutuhan Anda. Masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk mengajukan.
Alfred Russel Wallace adalah nama besar dalam jagat ilmu pengetahuan dunia. Tetapi melalui bukti-bukti, peninggalan Wallace dapat dengan nyata teraba dan dengan mudah teridentifikasi bahwa dia adalah bagian dari sejarah bangsa Indonesia. Sayangnya, Wallace dan karya besarnya The Malay Archipelago di Indonesia masih terlupakan. Di Ternate—tempat ia lama bekerja dan tempat sesungguhnya teori akbar mengenai evolusi lahir—sampai tahun lalu sama sekali bersih dari tanda-tanda yang mengingatkan adanya penemuan paling besar pada abad ke-19 itu. Sayang sekali. - Sangkot Marzuki - (Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Wallacea Indonesia)
Teori evolusi yang dikemukakan Charles Darwin kini diakui banyak orang tak semata hasil pemikiran Darwin seorang. Sebelum Darwin berani mempublikasikan teori yang memutar-balikkan ide asal-usul kehidupan tersebut, di Ternate, Maluku Utara, pada 1858, seseorang bernama Alfred Russel Wallace mengirimkan naskahnya kepada Darwin. Nampaknya mereka tiba pada kesimpulan yang kurang lebih sama, mengenai persebaran dan evolusi spesies. Setahun kemudian, Darwin menerbitkan karyanya, The Origin of Species, setelah diyakinkan oleh kesimpulan-kesimpulan Wallace dalam naskah dari Ternate tersebut. Kini keduanya disandingkan sejajar sebagai penemu teori evolusi. Bagi Indonesia, Wallace mempunyai peran penting mengingat Indonesia memiliki persebaran fauna yang tidak lazim, mengikuti perubahan permukaan bumi di masa lampau. Wallace-lah yang menjelaskan mengapa fauna Sulawesi begitu khas, berbeda dengan fauna di bagian barat maupun timur Indonesia. Garis Wallacea yang membagi fauna Indonesia menjadi dua bagian tersebut mendapatkan namanya dari sang penemu, Alfred Russel Wallace. Setelah delapan tahun menjelajah Nusantara pada pertengahan abad ke-19, Wallace membagi pengalaman, petualangan dan ilmu pengetahuannya dalam The Malay Archipelago, atau Kepulauan Nusantara.
Dikemas dengan packaging premium hasil daur ulang serat bambu. Setiap pembelian berkontribusi 10% untuk program konservasi hutan bambu di Sulawesi Selatan.
4,8
/ 5
5 ulasan terverifikasi
Andi Pratama
7 Jul 2026Barang original, pengiriman cepat.
Andi Pratama
7 Jul 2026Recommended, sesuai deskripsi.
Andi Pratama
7 Jul 2026Bagus, worth it dengan harganya.
Andi Pratama
7 Jul 2026Kualitas melebihi ekspektasi, packaging rapi.
Andi Pratama
7 Jul 2026Puas banget, bakal beli lagi.
Produk asli komunitas, hasil karya pengrajin terverifikasi. Garansi penukaran 7 hari setelah barang diterima.
Lacak Pesanan
Masukkan nomor pesanan untuk melihat status pengiriman.
Tip: gunakan nomor pesanan dari email konfirmasi atau menu "Pesanan saya".
No. Pesanan
Keranjang
Keranjang Anda kosong
Yuk, mulai belanja produk komunitas.
akan dikeluarkan dari keranjang.
Bambu AI
Online · 24/7
Scroll atau dobel-klik untuk zoom